Wardiyah: “Perbanyak tontonan yang mendidik bagi anak.”

Tayangan televisi saat ini belum banyak yang memberikan tayangan yang mendidik buat anak. Peran orangtua sangat penting dalam mendampingi anak menonton TV. Memilih tayangan TV yang sehat juga perlu dilakukan oleh orangtua. Orangtua jadi tonggak utama perkembangan pengetahuan anak. Kali ini reporter Matamedia, Putri Anisa, mewawancarai Wardiyah (49), Ketua Guru Aisyiyah DIY dan Tim Pengembang Kurikulum Aisyiyah utnuk mendapat gambaran lengkap mengenai tayangan TV yang sehat buat anak dan pentingnya orangtua mendampingi anak menonton TV. Berikut petikannya.

 

Bagaimana tanggapan Ibu mengenai dampak tayangan televisi saat ini terhadap perkembangan anak?

Saya sendiri selaku seorang pendidik merasa prihatin ketika melihat tayangan-tayangan televisi yang kurang mendidik. Menonton televisi itu dapat mengurangi kreativitas anak-anak disebabkan kegiatannya yang terlalu monoton. Seharusnya para orangtua diberikan pembelajaran dalam mendampingi anak ketika menonton televisi, mana tayangan yang pantas ditonton untuk anak seusia sekian. Orangtua harus dapat membedakan tayangan-tayangan yang tidak boleh ditonton oleh anak di usia tertentu. Apalagi anak itu masih dalam masa imitasi, yaitu masa-masa dimana mereka hanya mencontoh apa yang mereka lihat. Maka dari itu seharusnya orangtua selalu mendampingi anak ketika menonton televisi dengan menjelaskan mana yang baik dan tidak dari apa yang mereka lihat. Atau bisa juga dengan mengalihkan anak pada kegiatan lain yang mungkin bisa mengoptimalkan perkembangan otak kiri dan otak kanan mereka.

 

Menurut Ibu, tayangan seperti apa yang layak dan tidak layak untuk ditonton oleh anak-anak?

Kalau untuk anak-anak, baiknya program-program yang bersifat mendidik atau petualangan. Bisa dilihat kalau zaman dahulu anak-anak itu banyak bermain permainan daerah atau tradisional, itu sangat memacu kreatifitas anak-anak. Dan sebenarnya sekarang pun contoh-contoh bermain seperti itu masih bisa kita munculkan, misalkan televisi bisa ikut berpartisipasi dengan menayangkan acara mengenai permainan-permainan tradisional. Sekarang ini kan televisi hanya menayangkan acara demi kepentingan komersial saja.

 

Bagaimana cara terbaik untuk mencegah agar anak tidak menangkap hal-hal yang belum layak tonton dari program-program televisi yang ada?

Yang terpenting itu orangtuanya dulu. Orangtua harus diberi kesadaran dampak dari menonton televisi itu sendiri bagi anaknya. Ketika orangtuanya sendiri sudah tau, nantinya ia bisa memberikan rambu-rambu atau rem pada anaknya ketika menonton televisi dan mengalihkan pada kegiatan lain. Ketika anaknya menonton televisi pun, orangtua harus tetap menjelaskan pada si anak mengenai apa yang baik dan yang tidak baik dari apa yang si anak lihat. Sekarang ini orangtua banyak yang berpikir yang penting anaknya diam di rumah dan menonton televisi sudah cukup, daripada si anak banyak bermain nanti akan capek. Padahal kegiatan bermain itu justru memacu untuk perkembangan motorik kasar dan motorik halus si anak.

 

Kira-kira faktor apa yang menyebabkan banyak orangtua kurang peka dalam menyadari pentingnya mendampingi anak ketika menonton televisi?

Mungkin itu karena rasa menyepelekan atau karena ketidaktahuan si orangtua dalam pentingnya peran mereka dalam perkembangan pengetahuan anak. Memang program televisi itu ada dampak positifnya, ada pula dampak negatifnya. Tapi untuk usia anak-anak, saya rasa lebih banyak dampak negatifnya. Program yang dikhususkan untuk anak-anak sendiri pun hanya sedikit dan tidak memadai untuk anak-anak. Seharusnya dalam kondisi sesibuk apapun, orangtua itu harus menyempatkan waktunya mendampingi anak. Apalagi ketika anak sedang menonton televisi, agar anak tidak mengkhayalkan kekeliruan apa yang mereka lihat di sana. Seharusnya memberitahukan anak itu yang realita saja.

 

Apa ada tips agar anak bisa nyaman menonton televisi tanpa dampak buruk yang besar bagi perkembangannya?

Dari orangtuanya sendiri harus diberikan penyadaran acara-acara yang seharusnya layak dan tidak layak untuk di tonton. Lalu berikan dan perbanyak tontonan yang mendidik bagi anak. Buatlah semacam perkumpulan untuk membuat acara TV sehat yang bisa difokuskan untuk anak-anak. Karena banyak sekali anak-anak saat ini yang sudah mencontoh hal-hal yang belum layak bagi mereka. Contoh sederhananya saja sekarang ini banyak sekali anak-anak yang sudah menyanyikan lagu-lagu cinta yang sebenarnya belum waktunya bagi mereka mengenal dunia itu semua.

Leave a Reply