Menggugat Televisi melalui SMS Pengaduan

Mantan pengelola jaringan media sosial untuk tanggap Merapi (2010) Budhi menceritakan pengalamannya tentang pengaruh pemberitaan televisi yang tidak akurat tentang tentag kasus Merapi.”Akibatnya, banyak orang tua relawan yang mendesak anaknya segera pulang karena ketakutan akan bencana Merapi seperti diberitakan oleh televisi”, cerita Budhi di hadapan sekitar 100 orang peserta seminar. Akan tetapi, Budhi juga mengingatkan tentang kekuatan yang dimiliki masyarakat dalam kasus Merapi, yaitu adanya protes secara serempak yang ditujukan pada RCTI, terutama untuk program acara Silet yang menayangkan hasil wawancara dengan seorang paranormal yang menimbulkan kecemasan bagi warga Yogyakaa dan sekitarnya. Dengan adanya proses dari masyarakat melalui SMS dan jumlahnnya mencapai lebih dari 1.500 item membuat pihak RCTI takluk dan menghentikan sementera program acara itu.
Dari situ Budhi kemudian bertanya kepada para peserta seminar, “lantas, sekarang apa yang akan kita lakukan terkait dengan tayangan televisi yang dianggap tidak sehat?”. Setelah menjelaskan keunggulan media baru dalam bentuk facebook, twitter, maupun sms, Budhi menawarkan suatu gerakan untuk menggugat televisi melalui SMS pengaduan. Warga masyarakat tidak perlu takut mengadukan tayangan program yang dianggap melanggar P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran) karena tiga digit terakhir dari nomor handphone pengadu akan disembunyikan. SMS Pengaduan dalam Gugat TV akan disampaikan kepada KPI Pusat, dan tidak tertutup kemungkinan dikirimkan pula ke stasiun tv yang bersangkutan.


Bagi siapa pun yang tertarik dengan proyek ini dipersilahkan menyampaikan aduan ke nomor 0858 7985 1110 dengan format LAPOR [spasi] ISI PESAN.

One thought on “Menggugat Televisi melalui SMS Pengaduan

  1. Tetap semangat kawan, ada baniyka juga di informasikan tentang ODF ( Open Document Format ) dimana pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan tentang hal tersebut. Foss the People, Make it Fossible

Leave a Reply