DISKUSI PUBLIK Nasib Penyiaran di Tahun Politik, Bagaimana UU Penyiaran kedepan Menjawab?

Latar Belakang
Tahun 2013-2014 adalah tahun politik, dimana pada bulan april 2014 mendatang akan diselenggarakan pemilihan umum dilanjutkan pemilihan presiden. Hingar bingar politik di Indonesia diperkirakan akan memanas pada tahun politik ini, akibat perseteruan peserta pemilu dalam menggalang massa pendukung.

Peran media dalam perhetalan politik tersebut tentu sangat penting, tidak hanya untuk mensosialisasikan tentang perhelatan pemilu, tapi media tentu akan menjadi rebutan partai politik dan politikus sebagai alat pembentukan citra politik.

Lebih khusus bagi media penyiaran, dengan daya kemampuan visual dan audio yang dimiliki, maka media penyiaran akan menjadi “rebutan” para aktor politik dalam membangun citra untuk penggalangan massa di tahun politik.

Sayangnya, dunia penyiaran di Indonesia belum cukup sehat. Apalagi sejumlah tokoh politik di Indonesia bahkan menguasai media penyiaran, atau setidaknya beberapa partai politik berafiliasi dengan pemilik media penyiaran, akibatnya keberimbangan informasi yang tersaji di media penyiaran pada tahun politik ini diragukan keseimbangannya.

Kita memiliki regulasi penyiaran berupa Undang-undang Penyiaran No 32 tahun 2002, dan bebagai peraturan pemerintah sebagai aturan turunannya, termasuk regulator penyiaran bernama Komisi Penyiaran Indonesia.

Namun, regulasi tersebut masih bisa “diakali” datau disiasati oleh oleh pelaku media penyiaran yang nakal. Peran regulator KPI juga lemah, karena kewenangannya yang terbatas.

Mencermati hal tersebut diatas, publik harus berani melakukan kontrol atas peran media, khususnya media penyiaran agar intervensi “bos media” dalam mendikte media miliknya, dapat diketahui dan dikontrol oleh publik.

Saatnya publik harus bergerak dan bertindak, untuk membantu terwujdunya demokrasi penyiaran di tahun politik. Agar isi media penyiaran menjadi lebih berimbang, adil, lagi mencerahkan khalayak.

Tujuan

1. Membangun kerja kolaborasi antar lembaga/individu pegiatan penyiaran dan aktivis domokrasi di Indonesia untuk melakukan pemantauan terhadap lembaga penyiaran di Indonesia agar lebih adil dan berimbang dalam penyajian informasi politik.
2. Mendorong publik secara luas menjadi pemirsa yang cerdas dalam mensikapi pemberitaan politik yang dilakukan oleh media penyiaran.
3. Merumuskan catatan sebagai bahan masukan bagi lembaga penyiaran di Indonesia melalui Komisi Penyiaran Indonesia.

Peserta

1. Aktivis penyiaran
2. Aktivis demokrasi
3. Akademisi

Pembicara

1. Anton Birowo (Akademisi)
2. Masduki (Masyarakat Peduli Media- MPM)
3. R.Kristiawan (Tifa)
4. Imam Prakoso (AMARC)
5. Iman Abdurahman (JRKI)
6. Pansus RUU Penyiaran
7. KPI Pusat

Pelaksanaan
Hari/tanggal : Jum’at, 26 Juli 2013
Lokasi : Ruang Seminar lantai 3, Perpustakaan / Gedung Teresa Universitas
Atmajaya, Jl Babarsari No 6 Yogyakarta
Waktu : 15.00 s/d selesai (Dilanjutkan dengan Buka Puasa Bersama)

Penyelanggara
Masyarakat Peduli Media (MPM) dan Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI), bekerjasama dengan Fisip UAJY, Hivos, dan Combine Resource Institution (CRI)
Sekretariat:
Masyarakat Peduli Media (MPM)
Jl. Ontorejo Gang Parikesit No. 97 Wirobrajan Yogyakarta 55255
Tlp.Faks (0274) 417982 email: mpm_jogja@yahoo.co.id HP. 0815 697 3022
Website: www.pedulimedia.or.id

One thought on “DISKUSI PUBLIK Nasib Penyiaran di Tahun Politik, Bagaimana UU Penyiaran kedepan Menjawab?

  1. Selamat pagi redaksi Masyarakat Peduli Media

    Saya Armina dari departemen Humas Fikom Unpad.
    Saya baru saja membaca diskusi publik mengenai

    “DISKUSI PUBLIK Nasib Penyiaran di Tahun Politik, Bagaimana UU Penyiaran kedepan Menjawab?”

    saya sangat tertarik mengenai diskusi tersebut dan sangat menunjang untuk data penelitian saya mengenai “Indenpendensi Media Massa Selama Pemilu 2014” namun mengingat diskusi telah dilakukan 26 Juli 2013 yang ingin saya tanyakan :

    saya ingin meminta izin untuk melampirkan hasil diskusi tersebut, sehingga adakah cara yang harus saya lakukan untuk mendapatkan hasil diskusi tersebut?

    untuk kurang lebihnya saya mengucapkan terimakasih 🙂

Leave a Reply